Seluma, Selasa 03 Februari 2026 – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, menghadiri kegiatan Workshop Pertemuan Pengusulan DTSEN Desil 1–5 yang Belum Terdaftar sebagai Peserta PBI-JK APBN Pusat yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Aula Syariah Syakila, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (03/02/2026).
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membahas percepatan pengusulan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–5 yang belum terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) APBN Pusat, guna memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta lintas sektor terkait dalam rangka menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi terhadap proses pengusulan, verifikasi, validasi, hingga pemutakhiran data penerima manfaat.
Dari hasil workshop, diperoleh sejumlah komitmen bersama sebagai langkah tindak lanjut, di antaranya:
- Mengusulkan data DTSEN desil 1–5 yang belum terdaftar sebagai peserta PBI-JK sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, dengan total sasaran sebanyak 115.124 jiwa se-Provinsi Bengkulu.
- Data peserta PBI-JK nonaktif per tanggal 1 Februari 2026 sebanyak 90.105 jiwa, sesuai dengan ketentuan Kementerian Sosial Nomor 3 Tahun 2025, akan dilakukan proses verifikasi, validasi, dan reaktivasi sesuai aturan yang berlaku.
- Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melakukan pemantauan terhadap proses pemutakhiran DTSEN untuk bantuan sosial, pemberdayaan sosial, serta program penyelenggaraan kesejahteraan sosial di seluruh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Bengkulu.
- Data Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda yang ditarik ke segmen PBI-JK untuk dapat dilakukan pengusulan pergantian sebanyak 47.767 jiwa yang dialihkan ke PBI-JK ditargetkan dapat diselesaikan pada bulan Februari 2026.
- Mengusulkan persentase pembiayaan kepesertaan dengan skema 30 persen ditanggung Pemerintah Provinsi Bengkulu dan 70 persen ditanggung pemerintah kabupaten/kota.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan masyarakat kurang mampu memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara optimal.
Melalui workshop ini, diharapkan proses pengusulan dan pemutakhiran data DTSEN dapat berjalan maksimal, tepat sasaran, serta mampu mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Seluma.











